Hello World!

Kenzo starts his adventure in this world

Hello everybody, if you see the title of this post “Hello World!”, it doesn’t mean that this is the first post of this blog like the common WordPress blog. This is me Kenzo, saying hello to you all. Well, at least that was my parents did for me. My full name is Kenzo Gratia, and this is my story.

Tgl 24 Maret 2009 adalah hari pertama Kenzo melihat dunia. Bagaimana tidak? Mungkin beda dengan kebanyakan bayi yang lain, sejak hari pertama Kenzo lahir matanya sudah melek. Setelah penantian selama satu hari di rumah sakit, dari tanggal 23 Maret jam 11 siang akhirnya besoknya lahirlah Kenzo pada jam 4.45 dini hari.

Sejak sebelum Kenzo lahir, kami sudah bertekad untuk memberikan full ASI untuknya karena kami percaya bahwa ASI adalah makanan terbaik untuk bayi, tanpa ditambah dengan yang lain. Banyak artikel dari berbagai sumber yang menyatakan kebenarannya, tapi anehnya banyak orang yang tidak melakukannya dan bahkan rumah sakit bersalinpun kurang mendukung atau kurang memperhatikan hal ini.

surat penolakan terhadap rumah sakit

Sesuai pesan saya yang berulang-ulang kepada perawat rumahsakit, maka beberapa saat setelah Kenzo lahir, dia langsung dibawa ke mamanya untuk disusui untuk pertama kali. Memang pada saat pertama kali, ASI belum keluar. Namun Kenzo mau menghisap susu mamanya. Beberapa kali saya ditanya: “Lho nanti bagaimana kalau ASI nggak keluar? Apakah tetap tidak diberi makan?” Berdasarkan apa yang saya yakini saya tetap menjawab dengan pasti. “Biarkan saja, tetap saja no formula dan berikan only ASI.” Untuk ini saya harus menandatangani ‘Surat Penolakan’ dari rumahsakit yang menyatakan menolak susu formula. Hehehe…

Pada hari pertama itu juga saya diberitahu oleh suster rumahsakit bahwa pada saat lahir, air ketuban Kenzo berwarna hijau. Ini menandakan bahwa pada saat di dalam kandungan, bayi ini sudah buang air, sehingga kotorannya bercampur dengan air ketuban. Kondisi ini bisa membuat bayi terkena infeksi dan sesuai prosedur, bayi akan di test dengan cara di-injeksi dengan antibiotik, Injeksi akan dilakukan melalui pergelangan tangan. Begitu kata rumahsakit.

Mendengar hal itu, saya langsung melarangnya meskipun banyak yang berkata, “Lho bagaimana nanti kalau infeksi?” Meskipun saya sedih, namun saya tetap yakin tidak mau memasukkan antibiotik ke dalam tubuh Kenzo. Hal yang saya lakukan adalah hanya berdoa. Untuk ini sekali lagi pihak rumahsakit menambahkan item yang saya tolak dalam surat penolakan saya. Seloah-olah berkata, “Kalau terjadi apa-apa kami nggak nanggung lho ya!”

Tiba saatnya kedua kali dan ketiga kali menyusu, ASI tetap tidak keluar. Setiap kali Kenzo nangis, perawat selalu memanggil Effi untuk menyusui. Saat itu kami tetap pada pendirian untuk tidak memberikan selain ASI, karena bayi yang baru lahir dapat bertahan hidup berhari-hari karena sudah ada persediaan makanan yang didapatkannya sejak dari dalam kandungan.

Tuhan menolong dangan mengirimkan teman saya Dorris. Dorris adalah teman kami yang juga sedang punya bayi. Dia memberikan bantuan pada saat kami di rumahsakit, baik dengan memberikan dukungan, doa, mengajari Effi menyusui dan juga memberikan ASI-nya untuk Kenzo. Ya, setidaknya itulah yang saya tahu bila ASI dari sang mama tidak keluar, pilihan berikutnya adalah ASI dari orang lain.

Effi dan Doris

“Thanks Dorris, you were really a great help for us. And you still are. I believe your ASI was a special blessing for Kenzo.” Dorris and Tim Eckert with their three children TJ, Arianna and Ezperanza Grace give us support as friends more than we ever expected.

Ada seorang ibu yang menunggu anaknya menjalani operasi kiret yang menjadi teman sekamar kami. Walaupun berduka kehilangan cucunya, dia sangat baik dan membantu Effi dalam berbagai hal setelah persalinan. Karena ini merupakan pengalaman pertama bagi Effi, pertolongan dan nasehat ibu ini sangat berguna bagi kami. Saya berpikir bahwa ini adalah salah satu bentuk pertolongan Tuhan bagi kami (good friend at hispital).

Foto-foto (klik untuk melihat)

PERINGANTAN

Foto nomor 7 dan 8 mengandung pemandangan berdarah saat kelahiran. Bagi yang tidak tahan tidak dianjurkan untuk melihat.

  1. Saat menegangkan menjelang kelahiran Kenzo
  2. Kenzo lahir dengan sehat
  3. First brastfeding
  4. Good friend at hospital
  5. Kenzo diantara bayi-bayi yang lain
  6. Beberapa saat setelah lahir
  7. Daddy memotong tali pusar Kenzo (WARNING !)
  8. Teriakan pertama Kenzo (WARNING !)

Begitulah hari hari pertama Kenzo di rumahsakit. Kenzo lahir dangan berat badan 3,25kg dangan panjang 50cm. His birth is full of miracle, and I believe that God will continue His miracle happen on little Kenzo.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*